Ketua Umum Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), Nunung Rusmiati, menilai kenaikan biaya visa kemungkinan tidak akan berdampak signifikan terhadap minat wisatawan Indonesia untuk berkunjung ke Jepang.
“Jepang masih menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan Indonesia. Kenaikan biaya visa tentu menjadi pertimbangan tambahan, tetapi biasanya bukan faktor utama dalam keputusan perjalanan,” ujarnya dalam berbagai kesempatan membahas tren wisata luar negeri.
Meski demikian, calon wisatawan diimbau untuk mulai memperhitungkan perubahan biaya tersebut dalam perencanaan perjalanan mereka. Dengan kenaikan tarif yang cukup signifikan, biaya pengurusan dokumen perjalanan ke Jepang dipastikan akan menjadi salah satu komponen yang perlu mendapat perhatian lebih mulai Juli 2026. (*)













