“Tujuan domestik juga menjadi salah satu alternatif, karena banyak destinasi di dalam negeri yang sangat menarik,” kata Kitty.
Selain perubahan tujuan wisata, Kitty melihat perilaku traveler kini ikut berubah. Wisatawan tidak lagi hanya mencari destinasi populer, tetapi juga pengalaman baru yang lebih personal dan bernilai.
“Demand tidak hilang. Orang tetap ingin bepergian, hanya lebih selektif dan segmented. Tugas kami adalah menghadirkan pengalaman yang tetap bernilai bagi traveler,” ujarnya.
Menurutnya, perubahan tren global justru menjadi peluang baru bagi industri perjalanan untuk lebih kreatif menghadirkan produk wisata yang relevan dengan kebutuhan pasar saat ini.















