Golden Rama juga mulai menghadirkan program perjalanan terkurasi untuk memenuhi kebutuhan wisatawan yang ingin pengalaman spesifik. Paket wisata aurora ke China misalnya, dinilai lebih efisien dari sisi waktu perjalanan dibanding Eropa Utara.
Selain itu, destinasi seperti Murmansk di Rusia juga mulai diminati. Jika perjalanan ke Eropa Utara bisa memakan waktu sekitar 15 hari, perjalanan ke alternatif lain dapat dirancang hanya 10 hingga 11 hari, sehingga lebih sesuai dengan waktu cuti wisatawan Indonesia.
Tidak hanya itu, Kitty menyebut fenomena aurora juga dapat dilihat di kawasan selatan, seperti Australia dan Selandia Baru. Di Melbourne misalnya, aurora muncul dengan warna berbeda, lebih dominan jingga dan merah.
“Jadi sekarang banyak alternatif baru yang sebelumnya tidak terpikirkan traveler,” ujarnya.
Tren serupa juga terjadi pada wisata pegunungan dan salju. Jika dulu wisatawan identik pergi ke Swiss untuk menikmati panorama Alpen atau bermain ski, kini banyak destinasi lain yang menawarkan pengalaman serupa dengan biaya lebih kompetitif.









