Budaya Peh Cun Jadi Ikon Utama
Salah satu daya tarik utama Festival Pasir Padi 2026 adalah tradisi budaya Peh Cun yang telah menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat Bangka Belitung. Tradisi tersebut akan dikemas lebih menarik sebagai ikon promosi wisata Pangkalpinang di tingkat nasional.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang, Yan Rizana, mengatakan ritual Peh Cun akan menjadi agenda unggulan yang dipromosikan secara luas. Selain itu, tradisi penyusunan telur yang selama ini identik dengan Festival Pasir Padi juga tetap akan dihadirkan dengan konsep yang lebih berkualitas dan atraktif.
Festival layang-layang, atraksi budaya, perlombaan rakyat, hingga bazar UMKM juga akan melengkapi rangkaian kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga malam selama tiga hari penyelenggaraan.
Bidik 3.000 Wisatawan
Selain menjadi ajang promosi budaya dan pariwisata, Festival Pasir Padi 2026 juga ditargetkan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Pemerintah Kota Pangkalpinang menargetkan sedikitnya 3.000 wisatawan dan pengunjung hadir selama festival berlangsung.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang, Yan Rizana, optimistis target tersebut mampu menciptakan perputaran ekonomi yang berdampak langsung kepada pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.
“Kehadiran wisatawan diharapkan dapat menimbulkan efek ekonomi yang positif, terutama bagi UMKM dan pelaku ekonomi kreatif yang ikut meramaikan kegiatan ini,” kata Yan Rizana.
Dengan ribuan pengunjung yang diperkirakan hadir, sektor kuliner, penginapan, transportasi, hingga produk kerajinan lokal diproyeksikan memperoleh manfaat ekonomi selama pelaksanaan festival.












