Mediatrip.id – Temen Trip, Banyak penggemar sepak bola internasional yang datang ke Amerika Serikat (AS) untuk menyaksikan Piala Dunia 2026 mengaku frustrasi dengan budaya memberi tip kepada pelayan. Mereka mengatakan sudah mengalami tipping fatigue atau kelelahan karena terus-menerus diminta memberikan tip.
Pendukung tim nasional Inggris, Geoff Pryor, mengatakan dirinya memahami praktik memberi tip untuk pelayanan yang baik. Namun, ia merasa aneh ketika membeli sebotol air minum dan tetap diminta memberikan tip.
“Rasanya aneh ketika membeli sebotol air dan mereka mencoba meminta tip padahal tidak melakukan apa pun,” ujarnya dikutip dari BBC, Sabtu (27/6).
Di AS, sebagian pegawai restoran dan bar hanya menerima upah sekitar USD 2 atau sekitar Rp 35 ribu (kurs Rp 17.922) per jam. Karena itu, mereka mengandalkan tip dari pelanggan yang umumnya diharapkan mencapai sekitar 20 persen dari total tagihan sebagai sumber penghasilan utama.
Keluhan tidak hanya datang dari para wisatawan. Sejumlah pelaku usaha di sektor perhotelan dan restoran juga mengaku banyak turis Piala Dunia yang memberikan tip dalam jumlah kecil, bahkan tidak memberi tip sama sekali.
Pendukung asal Australia, Chris O’Flynn dan Robert McNamara, mengatakan harga tiket pertandingan yang mahal telah menguras anggaran perjalanan mereka. Kewajiban memberikan tip pun semakin menambah pengeluaran.









