Sementara itu, pemilik restoran El Ponce sekaligus anggota Dewan Independent Restaurant Coalition, Rosa Thurnher, mengatakan pelaku usaha memang melihat perubahan perilaku pelanggan sejak kedatangan para penggemar Piala Dunia.
“Budaya memberi tip sangat berbeda di berbagai negara. Namun di AS, tip sekitar 20 persen sudah menjadi standar di industri kami. Hal itu terutama karena upah minimum dan struktur pengupahan di sini memang sangat berbeda,” imbuh Thurnher.
Sebagai contoh, di Atlanta, upah minimum tunai bagi pelayan yang menerima tip hanya sebesar USD 2,13 per jam. Jika total upah dan tip yang diterima tidak mencapai upah minimum negara bagian sebesar USD 7,25 per jam, maka pemberi kerja wajib menutupi kekurangannya.
“Kalau mereka tidak menerima tip, hampir mustahil bisa bertahan hidup bekerja di industri jasa,” kata Thurnher.
Meski setiap negara bagian di AS dapat menetapkan upah minimum yang lebih tinggi bagi pekerja restoran, pemerintah AS tetap menganggap tip sebagai bagian utama sekaligus komponen pendapatan yang memang diharapkan diterima oleh pekerja di sektor tersebut. (*)











