Ia pun mengatakan jika pelanggan menghabiskan USD 600 untuk makanan dan minuman tanpa memberikan tip kepada pelayan, staf restoran biasanya akan menanyakan apakah ada masalah dengan pelayanannya.
“Para bartender akan dengan sopan bertanya, ‘Apakah pelayanannya baik?’ Lalu mereka menjawab, ‘Ya, tentu saja.’ Setelah itu kami menjelaskan bahwa biaya layanan belum termasuk dalam harga, sedangkan di Eropa biaya layanan biasanya sudah termasuk dalam harga makanan,” tutur Calimano.
Di Los Angeles, California, upah dasar bagi pekerja yang menerima tip termasuk yang tertinggi di AS, yakni USD 16,20 atau sekitar Rp 290 ribu per jam.
Pemilik restoran bertema Jerman Wurstküche, Joseph Pitruzelli, mengatakan pihaknya tidak melihat perubahan besar dalam kebiasaan memberi tip selama Piala Dunia berlangsung.
“Kami menetapkan rekomendasi tip sebesar 10, 15, dan 20 persen. Tetapi saya melihat ada restoran lain yang menyarankan tip 20, 25, bahkan 30 persen, dan menurut saya itu terlalu tinggi,” kata Pitruzelli.
“Kami membagikan uang tip kepada seluruh anggota tim yang berkontribusi menciptakan pengalaman terbaik bagi pelanggan, mulai dari petugas pencuci piring yang memastikan peralatan makan bersih, koki di dapur, hingga bartender dan pramusaji,” jelasnya.











