TransNusa genjot ekspansi di semester II, tambah empat pesawat dan rute internasional

Bagikan

Ia menyebut, harga avtur yang sempat melonjak pada semester pertama kini mulai turun sekitar 15%–20%. Kondisi tersebut memberi ruang bagi maskapai untuk menyesuaikan harga tiket.

Seiring dengan harga avtur yang mulai menurun, TransNusa juga telah melakukan penyesuaian tarif penerbangan domestik sekitar 10%, sedangkan tarif internasional tetap dijaga agar kompetitif.

“Harganya sudah turun untuk sementara ini, untuk domestiknya kita sudah turunkan 10%. So, internasional kami harus jadi kompetitif berbanding dengan maskapai lain,” ujarnya.

Di tengah pelemahan daya beli masyarakat, Bernard melihat permintaan terhadap penerbangan TransNusa justru masih bertumbuh. Menurutnya, sebagian masyarakat mengalihkan perjalanan dari destinasi jarak jauh ke kawasan Asia yang menjadi fokus jaringan TransNusa.

Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, tingkat keterisian penumpang (load factor) TransNusa masih terjaga di level sekitar 80%.

“Sebab kami tidak terlibat dalam masalah di Eropa dan di Middle East. Jadi untuk TransNusa bisnis kita masih aman dan meningkat. Sebab kita juga menambah penerbangan, bisnis kita menambah hampir 20%,” imbuh Bernard.

Saat ini TransNusa memiliki tiga hub operasional, yakni Jakarta, Bali, dan Manado. Dari Jakarta, maskapai melayani penerbangan ke Kuala Lumpur, Penang, Subang, Singapura, Guangzhou serta sejumlah kota domestik seperti Singkawang dan Yogyakarta. 

Dari Bali, TransNusa mengoperasikan penerbangan ke Perth, Singapura, Guangzhou, Manado hingga sejumlah destinasi domestik. Sementara dari Manado, maskapai melayani penerbangan ke Guangzhou, Sorong, Timika serta berbagai wilayah Indonesia timur menggunakan pesawat C909. (*)