Mediatrip.id – Temen Trip, Chiang Mai, kota budaya di utara Thailand, menyimpan pesona yang tak biasa, yakni desa-desa Suku Karen, khususnya sub-etnis Padaung, yang dikenal dengan tradisi leher panjang. Perempuan dari Suku Karen mengenakan cincin kuningan di leher sejak usia dini, menciptakan tampilan yang ikonik dan memicu rasa ingin tahu wisatawan dari seluruh dunia.
Tradisi ini bukan sekadar estetika. Menurut Thailand Hill Tribe Holidays, cincin tersebut dulunya berfungsi sebagai pelindung dari serangan binatang buas dan simbol kecantikan serta status sosial.
“Leher panjang dianggap sebagai lambang keanggunan dan kekuatan perempuan,” tulis situs tersebut.
Kini, desa wisata seperti Baan Tong Luang dan Huay Pu Keng menjadi destinasi utama turis. Di tempat ini, pengunjung bisa menyaksikan langsung proses pemasangan cincin, belajar teknik menenun, hingga membeli kerajinan tangan khas Karen.
Namun, daya tarik ini juga menimbulkan perdebatan etis tentang eksploitasi budaya dan bagaimana tradisi dijadikan komoditas wisata.















