“Kami tidak terlalu khawatir dengan jumlah wisatawan karena kami ingin menghasilkan pendapatan yang lebih besar dari setiap pengunjung,” kata Nithee.
Sebagai bagian dari perubahan strategi, Otoritas Pariwisata Thailand baru-baru ini menggelar berbagai kegiatan promosi di sejumlah kota di Inggris, termasuk Oxford dan Manchester.
Lembaga tersebut kini lebih membidik wisatawan yang datang untuk layanan kesehatan, wellness, konser, festival, golf, maraton, serta berbagai ajang olahraga lainnya karena kelompok wisatawan tersebut cenderung tinggal lebih lama dan membelanjakan uang lebih banyak.
Situs resmi Otoritas Pariwisata Thailand juga kini lebih menonjolkan konsep wisata mewah dan wellness. Dalam video penyambutannya, wisatawan diajak untuk memulihkan diri dan menjadi pribadi yang lebih hangat serta lebih bahagia.
Saat ini, rata-rata wisatawan membelanjakan sekitar USD 1.500 untuk setiap perjalanan ke Thailand. Pemerintah menargetkan angka tersebut meningkat menjadi sekitar USD 2.400.
Meski demikian, penerimaan dari sektor pariwisata internasional tahun ini diperkirakan hanya naik tipis menjadi 1,55 triliun baht (USD 46,5 miliar), dibandingkan 1,54 triliun baht pada 2025.
Salah satu tanda paling jelas Thailand tak lagi hanya mengejar jumlah wisatawan adalah perubahan kebijakan visanya.









