Reaktivasi Bandara Husein picu dilema, pariwisata Bandung untung, Kertajati terancam

Bagikan

“Kita sangat menunggu reaktivasi ini, karena bagaimanapun selama ini Bandara Husein bukan ditutup, tetapi aktivitas penerbangan komersialnya hanya diizinkan untuk penerbangan komersial berjadwal menggunakan pesawat baling-baling dengan tujuan antarkota di Pulau Jawa,” ujar Farhan di Bandung, Rabu.

Farhan menjelaskan Presiden Prabowo telah memerintahkan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) untuk melakukan kajian mendalam. Salah satu hasil kajian awal menunjukkan adanya potensi besar bagi pertumbuhan kembali arus penerbangan di Kota Bandung.

“Kita ingin mengembalikan kejayaan Bandara Husein yang pada 2019 traffic-nya mencapai sekitar 3,8 juta orang, terdiri atas 3 juta penumpang penerbangan domestik dan 800 ribu penumpang penerbangan internasional,” kata dia.

Farhan menegaskan Pemkot Bandung akan fokus pada pembenahan aksesibilitas penunjang di sekitar kawasan bandara. Pihaknya juga berencana melakukan perbaikan infrastruktur jalan, termasuk optimalisasi akses keluar tol menuju Bandara Husein Sastranegara melalui kawasan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) guna mengurai potensi kepadatan lalu lintas.

Selain itu, keberadaan infrastruktur jembatan layang (flyover) Nurtanio dinilai bakal memperlancar akses masyarakat menuju bandara yang berada di dalam kota tersebut. Lebih lanjut, Farhan menyebut spesifikasi Bandara Husein Sastranegara saat ini masih sangat memadai untuk melayani pesawat berbadan sedang seperti Boeing 737 maupun Airbus A320. (*)