Keselamatan Menjadi Prioritas
Meski aktivitas wisata kembali berjalan, pemerintah tidak ingin pemulihan pariwisata dilakukan dengan mengabaikan faktor keselamatan.
Plt Direktur Utama BPOLBF Andhy MT Marpaung menegaskan bahwa pembukaan destinasi harus didasarkan pada kondisi keamanan di lapangan. “Tidak ada destinasi yang dibuka sebelum dinyatakan aman. Penutupan sementara adalah langkah mitigasi, bukan penghentian aktivitas pariwisata.” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi penting karena beberapa wilayah wisata di Flores masih harus menjalani pemantauan setelah gempa.
BPOLBF juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk memperbarui informasi mengenai kondisi destinasi, akses transportasi, akomodasi serta fasilitas pendukung pariwisata.
Akses ke Labuan Bajo Kembali Normal
Dari sisi aksesibilitas, Bandara Internasional Komodo Labuan Bajo telah kembali beroperasi. Pemerintah tetap mengimbau wisatawan untuk melakukan konfirmasi jadwal penerbangan kepada maskapai sebelum melakukan perjalanan.
Aktivitas pelabuhan dan pelayaran wisata juga terus dipantau untuk memastikan perjalanan menuju kawasan Taman Nasional Komodo berlangsung aman.
Sebelumnya, pada 23 Agustus 2026, BPOLBF melaporkan bahwa aktivitas pariwisata di Manggarai Barat secara umum telah kembali berjalan, termasuk Taman Nasional Komodo, Gua Rangko, Compang Liang Ndara, Puncak Waringin, Agrowisata Ngalor Kalo dan Batu Cermin.













