Sejarah Kopi Liong Bulan: Legenda Kopi Khas Bogor

Bagikan

Mediatrip.id – Temen Trip, Di tengah ramainya industri kopi di Indonesia, nama Kopi Liong Bulan menjadi salah satu legenda yang tak lekang oleh waktu.

Bagi masyarakat Bogor dan sekitarnya, kopi ini bukan sekadar minuman, melainkan bagian dari perjalanan sejarah dan budaya.

Rasanya yang khas dan kemasan sederhana membuat Liong Bulan tetap bertahan di tengah gempuran tren kopi modern.

Sejarah Kopi Liong Bulan dimulai sejak dekade 1940-an, ketika sebuah keluarga Tionghoa perantau memutuskan untuk meracik kopi dengan cita rasa berbeda.

Berpusat di Bogor, mereka merintis usaha rumahan yang berfokus pada produksi kopi bubuk dengan resep turun-temurun.

Nama “Liong Bulan” sendiri diambil dari bahasa Hokkian yang berarti “Naga Bulan”, simbol keberuntungan sekaligus kekuatan.

Sejak saat itu, kopi ini mulai dikenal luas sebagai kopi rakyat yang akrab di berbagai warung, pasar tradisional, hingga dapur rumah tangga.

Ciri khas utama Kopi Liong Bulan terletak pada metode pemanggangan dan racikan bumbu yang unik. Bijinya dipilih dari jenis robusta lokal, kemudian diproses dengan teknik sangrai tradisional.

Keistimewaan lainnya adalah tambahan bahan rempah serta racikan rahasia keluarga yang membuat aromanya harum dan rasanya pekat, sedikit pahit namun meninggalkan sensasi hangat di lidah.

Keunikan rasa inilah yang membuat Liong Bulan berbeda dengan kopi bubuk pada umumnya.

Pada era 1970-an hingga 1990-an, Liong Bulan mencapai masa kejayaannya. Hampir di setiap warung kopi tradisional di Bogor, merek ini selalu tersedia.

Bahkan, para perantau yang kembali ke kampung halaman kerap membawa kopi ini sebagai oleh-oleh khas. Bagi sebagian masyarakat, meminum Liong Bulan sudah menjadi rutinitas harian, mulai dari sarapan pagi hingga perbincangan sore hari.

Meski begitu, perjalanan Liong Bulan tidak selalu mulus. Masuknya tren kafe modern dan merebaknya kopi instan membuat kopi tradisional ini sempat terpinggirkan.

Namun, justru di tengah gelombang modernisasi, Liong Bulan menemukan kembali momentumnya.

Para pencinta kopi klasik mulai memburu produk ini sebagai bentuk nostalgia, sekaligus penghargaan terhadap cita rasa otentik yang jarang ditemui.

Kehadiran media sosial juga membantu memperluas jangkauan Liong Bulan, memperkenalkannya kepada generasi muda yang haus akan pengalaman autentik.

Hingga kini, Kopi Liong Bulan masih diproduksi dengan cara tradisional di Bogor. Kemasan sederhana bergambar naga dan bulan menjadi ciri khas yang mudah dikenali.

Filosofi yang terkandung di dalamnya tetap terjaga: kesederhanaan, kekuatan, dan kehangatan. Lebih dari sekadar kopi, Liong Bulan adalah warisan budaya kuliner yang menegaskan bahwa cita rasa klasik tidak akan pernah hilang dimakan zaman.

Tak heran bila hingga hari ini, Liong Bulan masih disebut sebagai salah satu kopi legendaris yang menjaga identitas Bogor sebagai kota dengan tradisi minum kopi yang kuat. (*)