Sementara itu, CEO Seaplane Asia, Denis Keller, menjelaskan bahwa konsep yang ditawarkan tidak sekadar layanan transportasi udara, melainkan menghadirkan pengalaman wisata selama perjalanan. “Seaplane bukan sekadar alat transportasi. Pengalaman selama penerbangan menjadi sesuatu yang menarik dan spesial. Kami ingin membawa pariwisata berkualitas dengan pengalaman premium yang lebih banyak lagi di Banyuwangi,” kata Denis.
Dukungan juga datang dari pengelola Bandara Internasional Banyuwangi. General Manager Bandara Internasional Banyuwangi, Mohamad Holik Muardi, menilai operasional pesawat amfibi akan memperkaya layanan transportasi udara yang tersedia di daerah tersebut. “Kami sangat antusias menyambut kehadiran Santai Seaplane di Bandara Internasional Banyuwangi. Operasional ini menghadirkan produk penerbangan unik yang melengkapi infrastruktur yang sudah ada,” ujar Holik.
Selain mendukung sektor pariwisata, armada pesawat amfibi juga dirancang untuk berbagai kebutuhan lain, seperti evakuasi medis, pengangkutan logistik penting, hingga pemantauan wilayah maritim, khususnya di kawasan kepulauan yang sulit dijangkau transportasi konvensional.
Dengan beroperasinya pesawat amfibi di Banyuwangi, daerah yang dikenal sebagai gerbang wisata Jawa Timur ini semakin memperkuat posisinya sebagai pusat konektivitas dan destinasi pariwisata berkelas internasional, sekaligus membuka peluang baru bagi pengembangan ekonomi dan mobilitas antarpulau di Indonesia. (*)









