Kemarau dan kabut asap hantam pariwisata Palangka Raya

Bagikan

Namun saat ini, jumlah pengunjung menyusut drastis hingga belasan orang saja dalam sehari.

“Kalau hari biasa itu hampir 200-an ke atas satu harinya. Kemarin pas dicek di loket, cuma ada sekitar 10 orang saja yang datang,” tambah Sudianoor.

Ia menyebutkan bahwa selain masalah air danau yang kering, pekatnya kabut asap menjadi penyebab utama masyarakat enggan keluar rumah dan berwisata.

Dampaknya, sejumlah wisatawan yang sebelumnya telah memesan atau menyewa kapal susur sungai terpaksa membatalkan pesanan mereka.

“Ada yang mau carter kemarin, istilahnya lalu dibatalkan. Permasalahannya oleh kabut asap,” pungkasnya. (*)