“Penutupan dilakukan selama satu pekan penuh, sehingga tidak ada pendaki atau wisatawan yang masuk jalur pendakian karena jalur dikhususkan untuk peserta JOTR,” kata Agus Deni.
Ia menjelaskan, ajang tersebut akan berlangsung selama tujuh hari dan diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia serta sejumlah negara lain.
Selain digunakan untuk perlombaan, pihak Balai Besar TNGGP juga akan melakukan perbaikan sejumlah fasilitas yang mengalami kerusakan di sepanjang jalur pendakian.
Perbaikan dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana agar dapat digunakan dalam jangka panjang. Kerusakan fasilitas sebelumnya disebut terjadi akibat ulah oknum pendaki yang tidak bertanggung jawab.
Balai Besar TNGGP memastikan tidak ada penjadwalan ulang maupun pengembalian biaya pendaftaran pendakian, karena sistem pendaftaran secara daring untuk periode tersebut belum dibuka.









