Warga dan pemerintah kampung pun mendesak adanya langkah konkret dari pemerintah daerah maupun pusat, terutama pembangunan infrastruktur penahan abrasi seperti pemecah gelombang.
Namun hingga kini, berbagai usulan yang diajukan setiap tahun belum juga terealisasi.
“Permohonan ini sudah kami ajukan berkali-kali. Harus ada langkah nyata,” tegas Indra.
Ia menilai pembangunan pelindung pantai bukan sekadar kebutuhan infrastruktur, melainkan langkah penting untuk menjaga keselamatan warga dan kelestarian lingkungan.
Saat ini, masyarakat hanya bisa berharap pemerintah segera bertindak sebelum musim ombak besar kembali datang dan memperparah kondisi yang ada.
Tanpa penanganan serius, Pulau Derawan yang selama ini menjadi ikon wisata berpotensi kehilangan eksistensinya akibat abrasi yang terus menggerus daratan. (*)










