Hasilnya sangat optimistis: pertumbuhan ekonomi Belitung berpotensi melonjak hingga 8 persen, terutama dari devisa yang dibawa masuk oleh wisatawan asing. Pariwisata dianggap sebagai sektor paling cepat dan efisien dalam menggerakkan ekonomi. Tidak seperti sektor industri yang membutuhkan proses panjang dan berlapis, uang dari sektor wisata langsung beredar ke masyarakat, dari hotel, restoran, penyedia jasa hingga pengemudi taksi yang menunggu di gate kedatangan bandara.
Belitung kini tengah mengikuti jejak sejumlah destinasi internasional seperti Bali, Langkawi, atau Koh Samui, yang mampu berkembang pesat berkat aksesibilitas udara yang mumpuni. Konektivitas inilah yang menjadi “kunci emas” investasi pariwisata. Ketika wisatawan mancanegara dapat mencapai destinasi dengan mudah, nilai jual produk wisata melonjak, dan peredaran mata uang asing mengalir cepat hingga ke level akar rumput.
Tak heran, negara-negara Timur Tengah seperti Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab sudah lama menjadikan pariwisata sebagai pilar diversifikasi ekonomi. Peran strategis KEK Tanjung Kelayang Sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Prioritas nasional, KEK Tanjung Kelayang terus mendorong diri menjadi entry point devisa pariwisata Indonesia.















