Data SiteMinder menunjukkan wisatawan asing menyumbang 94,1 persen dari total pemesanan hotel sepanjang Juni hingga September 2026, naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 93,3 persen. Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara dengan proporsi wisatawan internasional tertinggi ketiga di Asia Tenggara, setelah Singapura dan Thailand.
Tingginya minat wisatawan mancanegara dipengaruhi oleh musim liburan musim panas di negara-negara belahan bumi utara serta musim liburan musim dingin di Australia. Kondisi ini turut mendorong kenaikan tarif kamar hotel.
Rata-rata wisatawan tercatat membayar 226 dolar Amerika Serikat (AS) per malam atau naik sekitar 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tarif tertinggi terjadi pada Juli dengan rata-rata harga kamar mencapai 241 dolar AS per malam.
Tak hanya mengeluarkan biaya lebih besar, wisatawan juga menghabiskan waktu lebih lama saat berlibur di Indonesia. Rata-rata lama menginap mencapai 3,1 malam, meningkat 3 persen dibandingkan tahun lalu. Durasi tersebut menjadi yang terpanjang di Asia bersama Thailand.









